Powered By Blogger

Minggu, 08 April 2012

Soal IMK

1. Apa IMK itu ?
a. manusia individu, manusia yang berkelompok dalam bekerja sama atau sekumpulan manusia dalam suatu organisasi.
b. suatu sistem interaksi/interface yang secara artistik baik dan mampu memenuhi kebutuhan tugas user.
c. Teknologi dari desktop sampai system komputer besar, system pengontrolan proses atau system embedded yang dapat mencakup komponen non komputer, termasuk orang.
d. komunikasi antara user dengan computer secara langsung maupun tidak langsung dimana komunikasi langsung melibatkan dialog dengan umpan balik (Feedback) dan control.
Jawaban : B. suatu sistem interaksi/interface yang secara artistik baik dan mampu memenuhi kebutuhan tugas user.
2. Mengapa sosiologi terlibat dalam imk ?
a. yang membantu pemahaman mengenai konsep interaksi secara luas.
b. yang memberikan dasar pengetahuan mengenai kemampuan/karakteristik fisik user.
c. yang memberikan pengetahuan agar mampu memasarkan hasil.
d. agar mampu untuk menghasilkan presentasi yang efektif mengenai interface.
Jawaban : a. yang membantu pemahaman mengenai konsep interaksi secara luas.
3. Apa nama lain dari teknik antarmuka pemakai (user interface) ?
a. Human-Computer Interaction.
b. Technical writing.
c. Man-Machine Interaction.
d. Virtual Reality.
Jawaban : C. Man-Machine Interaction.
4. Apa konsep dasar Prinsip kerja komputer pada dasarnya ?
a. Input, proses dan output.
b. Diterima, disimpan dan diproses.
c. Menerima, feedback dan system.
d. Interaksi, proses dan feedback.
Jawaban : A. Input, proses dan output.

5. Hal-hal apa yang perlu diketahui dalam merancang/desain ?
a. Akses, proses dam system motor.
b. Proses informasi, akses dan pengindraan.
c. Pengindraan, proses dan pengenalan.
d. Pengindraan, proses informasi dan system motor.
Jawaban : D. Pengindraan, proses informasi dan system motor.

Kamis, 24 November 2011

Pengertian PERT

PERT adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang ada didalam suatu proyek. PERT yang memiliki kepanjangan Program Evalution Review Technique adalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1950 untuk mengatur program misil. Sedangkan terdapat metodologi yang sama pada waktu bersamaan yang dikembangkan oleh sektor swasta yang dinamakan CPM atau Critical Path Method.


Metodologi PERT divisualisasikan dengan suatu grafik atau bagan yang melambangkan ilustrasi dari sebuah proyek. Diagram jaringan ini terdiri dari beberapa titik (nodes) yang merepresentasikan kejadian (event) atau suatu titik tempuh (milestone). Titik-titik tersebut dihubungkan oleh suatu vektor (garis yang memiliki arah) yang merepresentasikan suatu pekerjaan (task) dalam sebuah proyek.Arah dari vektor atau garis menunjukan suatu urutan pekerjaan.


Dari gambar 1 dapat diamati bahwa setiap arah panah akan menunjukan suatu urutan pengerjaan. Seperti pekerjaan 1 dilakukan terlebih dahulu (start), kemudian bisa dilanjutkan oleh pekerjaan 2, 3, 4, setelah itu pekerjaan 5,6. Titik 7 adalah titik finish dimana pekerjaan terakhir dilakukan dan merupakan akhir dari sebuah proyek. Selain menunjukkan suatu urutan pengerjaan diagram PERT juga menunjukan suatu keterikatan antar pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan. Keterikatan itu dapat dilihat dengan contoh pekerjaan 2, 3, 4 hanya dapat dilakukan jika pekerjaan 1 sudah selesai dilakukan.

Sebuah pekerjaan yang dapat dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lain disebut juga sebagai pekerjaan pararel (pararel task atau concurrent task). Selain itu terdapat juga sebuah aktivitas yang diwakili oleh garis putus-putus yang disebut dengan dummy activities. Dari sebuah diagram PERT dapat digunakan untuk mengetahui suatu urutan aktivitas kritis atau aktivitas yang harus dilakukan sebagai prioritas utama (critical path), penjadwalan dengan aktivitas lain, dan jumlah pekerja yang dibutuhkan.



LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN PERENCANAAN DENGAN PERT
Dalam melakukan perencanaan dengan PERT dibutuhkan beberapa langkah, yaitu:
1. Mengidentifikasi aktivitas (activity) dan titik tempuhnya (milestone).
Sebuah aktivitas adalah pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Titik tempuh (milestone) adalah penanda kejadian pada awal dan akhir satu atau lebih aktivitas. Untuk mengidentifikasi aktivitas dan titik tempuh dapat menggunakan suatu tabel agar lebih mudah dalam memahami dan menambahkan informasi lain seperti urutan dan durasi.
2. Menetapkan urutan pengerjaan dari aktivitas-aktivitas yang telah direncanakan.
Langkah ini bisa dilakukan bersamaan dengan identifikasi aktivitas. Dalam menentukan urutan pengerjaan bisa diperlukan analisa yang lebih dalam untuk setiap pekerjaan.
3. Membuat suatu diagram jaringan (network diagram).
Setelah mendapatkan urutan pengerjaan suatu pekerjaan maka suatu diagram dapat dibuat. Diagram akan menunjukan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan berurutan(serial) atau secara bersamaan (pararell). Pada diagram PERT biasanya suatu pekerjaan dilambangkan dengan simbol lingkaran dan titik tempuh dilambangkan dengan simbol panah.
4. Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk setiap aktivitas.

Dalam menentukan waktu dapat menggunakan satuan unit waktu yang sesuai misal jam, hari, minggu, bulan, dan tahun.

5. Menetapkan suatu jalur kritis (critical path).

Suatu jalur kritis bisa didapatkan dengan menambah waktu suatu aktivitas pada tiap urutan pekerjaan dan menetapkan jalur terpanjang pada tiap proyek. Biasanya sebuah jalur kritis terdiri dari pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa ditunda waktu pengerjaannya. Dalam setiap urutan pekerjaan terdapat suatu penanda waktu yang dapat membantu dalam menetapkan jalur kritis, yaitu :

ES – Early Start
EF – Early Finish
LS – Latest Start
LF – Latest Finish
Dengan menggunakan empat komponen penanda waktu tersebut bisa didapatkan suatu jalur kritis sesuai dengan diagram.

6. Melakukan pembaharuan diagram PERT sesuai dengan kemajuan proyek.

Sesuai dengan berjalannya proyek dalam waktu nyata. Waktu perencanaan sesuai dengan diagram PERT dapat diperbaiki sesuai dengan waktu nyata. Sebuah diagram PERT mungkin bisa digunakan untuk merefleksikan situasi baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.



KARAKTERISTIK PERT

Dari langkah-langkah penjelasan metode PERT maka bisa dilihat suatu karakteristik dasar PERT, yaitu sebuah jalur kritis. Dengan diketahuinya jalur kritis ini maka suatu proyek dalam jangka waktu penyelesaian yang lama dapat diminimalisasi.
Ciri-ciri jalur kritis adalah:
Jalur yang biasanya memakan waktu terpanjang dalam suatu proses.
Jalur yang tidak memiliki tenggang waktu antara selesainya suatu tahap kegiatan dengan mulainya suatu tahap kegiatan berikutnya.
Tidak adanya tenggang waktu tersebut yang merupakan sifat kritis dari jalur kritis.

KARAKTERISTIK PROYEK
Kegiatannya dibatasi oleh waktu; sifatnya sementara, diketahui kapan mulai dan berakhirnya.
Dibatasi oleh biaya.
Dibatasi oleh kualitas.
Biasanya tidak berulang-ulang.


MANFAAT PERT
Mengetahui ketergantungan dan keterhubungan tiap pekerjaan dalam suatu proyek.
Dapat mengetahui implikasi dan waktu jika terjadi keterlambatan suatu pekerjaan.
Dapat mengetahui kemungkinan untuk mencari jalur alternatif lain yang lebih baik untuk kelancaran proyek.
Dapat mengetahui kemungkinan percepatan dari salah satu atau beberapa jalur kegiatan.
Dapat mengetahui batas waktu penyelesaian proyek.

Selasa, 18 Oktober 2011

Fungsi CPM (Critical Path Method) dan WBS (Work Breakdown Structure)



Fungsi CPM (Critical Path Method) : Mengurutkan kegiatan pekerjaan yang akan dilakukan
dan dapat digunakan saat jangka waktu kegiatan yang di sebut tetap atau tertentu (misalkan: proyek konstruksi)

CPM memberikan manfaat sebagai berikut:

Memberikan tampilan grafis dari alur kegiatan sebuah proyek,
Memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek,
Menunjukkan alur kegiatan mana saja yang penting diperhatikan dalam menjaga jadwal penyelesaian proyek.
Sumber gambar : NetMBA Business Knowledge Center.



Langkah-langkah dalam perencanaan proyek menggunakan metode CPM :

Tentukan rincian kegiatan. Dari rincian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah proyek, tambahkan informasi durasi dan identifikasikan prasyarat kegiatan sebelumnya yang harus terselesaikan terlebih dahulu.

Tentukan urutan kegiatan dan gambarkan dalam bentuk jaringan. Beberapa kegiatan akan dapat dimulai dengan sangat tergantung pada penyelesaian kegiatan lain. Relasi antar kegiatan ini harus diidentifikasi dan digambarkan secara berurutan dalam bentuk titik dan busur.

Susun perkiraan waktu penyelesaian untuk masing-masing kegiatan. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap kegiatan dapat diestimasi dengan menggunakan pengalaman masa lalu atau perkiraan dari para praktisi. CPM tidak memperhitungkan variasi waktu penyelesaian, sehingga hanya satu perkiraan yang akan digunakan untuk memperkirakan waktu setiap kegiatan.

Identifikasi jalur kritis (jalan terpanjang melalui jaringan). Jalur kritis adalah jalur yang memiliki durasi terpanjang yang melalui jaringan. Arti penting dari jalur kritis adalah bahwa jika kegiatan yang terletak pada jalur kritis tersebut tertunda, maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan otomatis juga akan tertunda.

Pada jalur selain jalur kritis, akan ditemui waktu longgar/waktu toleransi (slack time) yaitu sejumlah waktu sebuah kegiatan dapat ditunda tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan.

Update Diagram CPM. Pada saat proyek berlangsung, waktu penyelesaian kegiatan dapat diperbarui sesuai dengan diperolehnya informasi dan asumsi baru. Sebuah jalur kritis baru mungkin akan muncul, dan perubahan bentuk jaringan sangat mungkin harus dilakukan.

Keterbatasan CPM adalah digunakannya satu angka perkiraan waktu penyelesaian bagi setiap kegiatan. Jika memang dibutuhkan perencanaan proyek yang lebih kompleks, metode PERT dengan tiga varian waktu perkiraan akan dapat memberikan aternatif perkiraan waktu penyelesaian proyek yang lebih terbuka.

WBS (Work Breakdown Structur ) adalah proses heirarkis yang membagi pekerjaan proyek menjadi elemen - elemen pekerjaan yang lebih kecil penggunaan WBS membantu meyakinkan manajer proek bahwa semua produk dan elemen pekerjaan yang telah diidentifikasikan dan WBS digunakan sebagai basis pengendalian

Langkah-langkah project planning :

* Menentukan tujuan dan ruang lingkup proyek
* Memilih daur hidup perangkat lunak
* Menentukan organization dan team form -> kriteria yang diperlukan
* Memulai seleksi tim : berdasarkan knowledge dan expertise (pengalaman)
* Menentukan risiko : risiko kegagalan proyek, waktu, biaya, SDM
* Membuat Work Breakdown Structure (WBS) : task-task pada point 2 diperinci, kalau terlalu lama bisa dipecah antara 8-80 jam
* Identifikasi task
* Estimasi ukuran : lamanya proyek, banyaknya tim, banyaknya fungsional
* Estimasi effort : lamanya mengerjakan, biaya
* Identifikasi task dependecy : membuat Gantt Chart
* Assign resource : identifikasi staf-staf yang bertanggung jawab terhadap task
* Schedule work
Macam-macam WBS :

* Contract WBS (CWBS) : high level tracking, 2 atau 3 level pertama untuk progress report (RFP / RFQ)
* Project WBS (PWBS) : lowest level tracking, dibuat untuk manajer

Tipe-tipe WBS :

* Process WBS : activity-oriented. Contoh : requirement, analysis, design, coding, testing, maintenance
* Product WBS : entity-oriented. Contoh : financial engine, interface, database
* Hybrid WBS : gabungan antara process WBS dan product WBS

Minggu, 25 September 2011

manajemen proyek dan resiko


Management Proyek dan Resiko
Manajemen proyek dan resiko merupakan Suatu kegiatan untuk melakukan serangkaian aktivitas yang melibatkan potensi sumber daya dalam batasan waktu dan tempat alat dan biaya agar tercapai sasaran yang optimal.

Pengertian proyek merupakan suatu kegiatan pekerjaan yang berdasarkan permintaan dari seorang pemilik pekerjaan yang ingin mencapai suatu tujuan yang ingin dia tuju dan dikerjakan oleh pelaksana pekerjaan sesuai dengan keinginan dari pemilik proyek dan spesifikasi yang ada. Dan dilaksanakan sesuai waktu dan biaya yang telah dipersetujui..
Manajemen Resiko adalah suatu kegiatan mengidentifikasi, menganalisa, merespon kemungkinan resiko yang akan terjadi selama proses proyek yang berlangsung. Seperti SDM, waktu, tempat, alat, biaya dll.
Dibawah ini contoh resiko yang ada dalam proyek..
1. SDM : SDM yang tidak bekualitas, situasi tim,
kekosongan pekerjaan.
2. Waktu : mendefinisikan durasi/lama waktu dari setiap pekerjaan, pengembangkan suatu skedul serta merencanakan kontrol atas skedul tersebut.
3. Tempat : Penentuan tempat yang kurang strategis, mengakibatkan kurang dalam penghasilan yang dituju.
4. Alat : Peminjaman alat yang sesuai dengan anggaran yang sudah ditentukan dan perwatan alat tersebut.
5. Biaya : mengestimasikan harga dan sumber daya, mendefinisikan budget, serta mengontrol keuangan

Sabtu, 04 Juni 2011

Tulisan Bahasa Indonesia 2# ke8

Tulisan Bahasa Indonesia 2# ke8
Oleh : Ayu Nurvia Lestari


ABSTRAKSI


Kran otomatis merupakan suatu bentuk sensor yang digunakan untuk mendeteksi ketinggian air di dalam suatu wadah pada kamar mandi. Dalam perancangan dan implementasinya, masalah-masalah yang harus dipecahkan adalah sistem sensor air, arsitektur perangkat keras yang meliputi perangkat elektronik, dan organisasi perangkat lunak untuk basis pengetahuan dan pengendali sensor.
Tujuan makalah ini adalah merancang dan mengimplementasikan suatu wadah dengan menggunakan mikrokontroler AT89S51 dan sensor. Kran Otomatis ini bekerja berdasarkan ketinggian air, dan diharapkan dapat berfungsi dengan benar. Yakni jika ketinggian air mencapai suatu titik tertentu akan memberikan peringatan berupa nyala LED.
Organisasi perangkat lunak Kran Otomatis ini menggunakan metode ada atau tidaknya arus di dalam suatu kaki IC. Jika air mencapai ketinggian tertentu maka kaki IC tertentu mendapatkan arus dan LED yang tersambung ke kaki IC tersebut akan menyala.

Tulisan Bahasa Indonesia 2# ke7

Tulisan Bahasa Indonesia 2# ke7
Oleh : Ayu Nurvia Lestari


SEPEDA ALAT TRANSPORTASI YANG BEBAS POLUSI

Boleh-boleh saja mobil sebagai alat transportasi yang paling bergengsi. Tetapi kendaraan bermotor sekarang berproduksi yang tidak ada habisnya dan dapat menyebabkan polusi dan kemacetan, sebelum ditemukannya kendaraan bermotor sepeda ditemukan berasal dari negeri perancis dan negeri ini sejak awal ke-18 sudah mengenal kendaraan beroda dua ini yang di namai velocipede, sudah bertahun-tahun sepeda terus berkembang tetapi pada zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang, sangat jauh berbeda. Meskipun umur si roda dua ini sudah sangat tua, konsep lewat genjotan kaki teryata masih di sukai oleh kalangan tua maupun muda.
Penemu sepeda yang menyempurnakan dari sepeda itu sendiri yaitu baron karls von saurbon orang yang berkebangsaan jerman pada tahun 1818. Selanjutnya yang menambahkan engkol dan stang yaitu kirkpatrick macmilan pada tahun 1839, dan yang menambahkan pelek yaitu piere lallement pada tahun 1865. Kemudian semakin di kembangkan setelah teknologi penyambungan besi dan penggunaan karet pada ban di temukan. Lalu di dirikan sebuah pabrik sepeda pada tahun 1885 oleh james starley di Coventry, inggris. Jadilah sepeda yang diproduksi secara massal dan sebagai alat transportasi.
Sepeda semakin hari kian berkembang dan mendunia sampai sekarang, kini sepeda mempunyai beragam nama dan model agar tetap menarik dan nyaman untuk digunakan, ada sepeda roda tiga untuk balita, sepeda mini, sepeda kumbang, sepeda gunung, hingga sepeda tandem yang dapat di genjot bareng, lalu berkembangnya sepeda yang mempunyai gir untuk tiap kecepatannya. Bahkan di adakannya balap sepeda untuk berkompetisi dan untuk beratraksi, pada zaman sekarang, meskipun telah ada sepeda motor yang berbagai jenis yang di buat orang,sepeda tetap saja mempunyai peminat sendiri. Bahkan, penggemarnya sangat fanatic dan hobbi dengan sepeda, berapapun harganya tidak jadi masalah, dan sampai berburu ke tempat terpencil agar mendapat sepeda yang di inginkan.
Di Indonesia pengguna sepeda sekarang mulai berkurang di karenakan adanya kendaraan bermotor, di karenakan kendaraan bermotor sangat menghemat waktu tempuh dalam perjalanan dalam dekat maupun jauh, makanya sepeda menjadi barang langka senhingga menjadi barang yang bergengsi. Pemerintah terus menerus berusaha untuk bagaimana cara untuk mengurangi polusi, sehingga diadakan car free day untuk bagian-bagian tertentu di daerah ibukota Jakarta untuk masyarakat perduli akan lingkungan dan mulai menggunakan sepeda untuk beraktifitas maupun berolah raga.

Tulisan Bahasa Indonesia 2# ke6

Tulisan Bahasa Indonesia 2# ke6
Oleh : Ayu Nurvia Lestari

Software di bagi menjadi dua yaitu :
1. Software Aplikasi adalah software yang di buat oleh user untuk memecahkan masalah dengan menggunakan komputer.
2. Software Sistem adalah berkaitan dengan struktur mesin yang di gunakan , ditunjukan sebagai pendukung operasi penggunaan komputer.
Karekteristik Assembely :
 Memonic code : terbagi menjdi bagian – bagian kecil yang memudahkan penulisan program. Memonic code lebih mudah di bandingkan Up code.
 Symbilic Operand : operan yang dapat dibutuhkan dengan symbolic preverance.
 Strong ( declaration of data ).
Statement Assembely :
 Imperative statement adalah menunjukan aksi yang berlangsung selama eksekusi program assembely, di deklarasikan ke dalam intruksi mesin.
 Declarative statement adalah menunjukan konstanta atau stronge area pada program.
 Assembely declarative adalah menunjukan bagaimana input program.