Powered By Blogger

Rabu, 16 Februari 2011




Menurut Claudius Galenus
Menurut pemikir Yunani kuno murid Hypocrates (ahli kedokteran) yang bernama Claudius Galenus ada empat tipe tipologi berdasarkan temperamen.

Berikut pengulasannya :

Tipe Sanguinikus
Menurut tipe ini, dari segi positifnya saya merupakan orang yang tidak takut menghadapi masa depan dan optimis. Sedangkan negatifnya saya merupakan orang yang bersifat mendatar dan kurang konsekuen.

Tipe Melankholikus
Menurut tipe ini, dari segi positifnya saya termasuk orang yang berhati-hati dalam tindakan, menepati janji, dan stabil jiwanya. Dari segi negatifnya adalah perasaannya mudah tersentuh dan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Tipe Kholerikus
Menurut saya, kepribadian saya tidak termasuk kedalam tipe ini

Tipe Flegmatis
Menurut tipe ini, dari segi positifnya tidak banyak ketegangan perasaan, mudah merasa memiliki harapan-harapan yang hebat serta tertib dan teratur dan mudah mengampuni.
Segi negatifnya penyesuaian dengan lingkungan lambat dan peranannya reaktif atau pasif.

Jumat, 21 Januari 2011

Masyarakat Kota dan Desa


Masyarakat kota dan desa
Ciri-ciri dan karateristik masyarakat kota dan masyarkat desa.

Ciri-ciri masyarakat kota:

1.Mata pencahariannya sangat beragam sesuai dengan keahlian dan ketrampilannya.
Corak kehidupan sosialnya bersifat gessel schaft (patembayan), lebih individual dan kompetitif.

2.Keadaan penduduk dari status sosialnya sangat heterogen
stratifikasi dan diferensiasi sosial sangat mencolok. Dasar stratifikasi adalah pendidikan, kekuasaan, kekayaan, prestasi, dll.

3.Interaksi sosial kurang akrab dan kurang peduli terhadap lingkungannya. Dasar hubungannya adalah kepentingan.

4.Keterikatan terhadap tradisi sangat kecil
Masyarakat kota umumnya berpendidikan lebih tinggi, rasional, menghargai waktu, kerja keras, dan kebebasan

5.Jumlah warga kota lebih banyak, padat, dan heterogen.

6.Pembagian dan spesialisasi kerja lebih banyak dan nyata.

7.Kehidupan sosial ekonomi, politik dan budaya amat dinamis, sehingga perkembangannya sangat cepat

8.Masyarkatnya terbuka, demokratis, kritis, dan mudah menerima unsur-unsur pembaharuan.

9.Pranata sosialnya bersifat formal sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku

10.Memiliki sarana – prasarana dan fasilitas kehidupan yang sangat banyak.


Karateristik masyarakat kota adalah Anonimitas

Kebanyakan warga kota menghabiskan waktunya di tengah-tengah kumpulan manusia yang anonim.Heterogenitas kehidupan kota dengan keaneka ragaman manusianya yang berlatar belakang kelompok ras, etnik, kepercayaan, pekerjaan, kelas sosial yang berbeda-beda mempertajam suasana anonim.

Jarak Sosial

Secara fisik orang-orang dalam keramaian, akan tetapi mereka hidup berjauhan.

Keteraturan

Keteraturan kehidupan kota lebih banyak diatur oleh aturan-aturan legal rasional. (contoh: rambu-rambu lalu lintas, jadwal kereta api, acara televisi, jam kerja, dll)

Keramaian (Crowding)

Keramaian berkaitan dengan kepadatan dan tingginya tingkat aktivitas penduduk kota. Sehingga mereka suatu saat berkerumun pada pusat keramaian tertentu yang bersifat sementara (tidak permanen).

Kepribadian Kota

Sorokh, Zimmerman, dan Louis Wirth menyimpulkan bahwa kehidupan kota menciptakan kepribadian kota, materealistis, berorientasi, kepentingan, berdikari (self sufficient), impersonal, tergesa-gesa, interaksi social dangkal, manipualtif, insekuritas (perasaan tidak aman) dan disorganisasi pribadi.

Sedangkan Ciri-ciri masyarakat pedesaan:

1.Letaknya relatif jauh dari kota dan bersifat rural.

2.Lingkungan alam masih besar peranan dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat pedesaan.

3.Mata pencaharian bercorak agraris dan relatif homogen (bertani, beternak, nelayan, dll).

4.Corak kehidupan sosialnya bersifat gemain schaft (paguyuban ddan memiliki community sentiment yang kuat).

5.Keadaan penduduk (asal-usul), tingkat ekonomi, pendidikan dan kebudayaannya relatif homogen.

6.Interaksi sosial antar warga desa lebih intim dan langgeng serta bersifat familistik.

7.Memiliki keterikatan yang kuat terhadap tanah kelahirannya dan tradisi-tradisi warisan leluhurnya.

8.Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebersamaan / gotong royong kekeluargaan, solidaritas, musyawarah, kerukunan dan kterlibatan social.

9.Jumlah warganya relatif kecil dengan penguasaan IPTEK relatif rendah, sehingga produksi barang dan jasa relatif juga rendah.

10.Pembagian kerja dan spesialisasi belum banyak dikenal, sehingga deferensiasi sosial masih sedikit.

11.Kehidupan sosial budayanya bersifat statis, dan monoton dengan tingkat perkembangan yang lamban.

12.Masyarakatnya kurang terbuka, kurang kritis, pasrah terhadap nasib, dan sulit menerima unsur-unsur baru.

13.Memiliki sistem nilai budaya (aturan moral) yang mengikat dan dipedomi warganya dalam melakukan interaksi sosial. Aturan itu umumnya tidak tertulis

14.Penduduk desa bersifat konservatif, tetapi sangat loyal kepada pemimpinnya dan menjunjung tinggi tata nilai dan norma-norma ang berlaku.


Karakteristik masyakat pedesaan:

Menurut Landis, terdapat beberapa karateristik masyarakat desa, a.l:
Umumnya mereka curiga terhadap orang luar yang masuk,Para orang tua umumya otoriter terhadap anak-anaknya

Cara berfkir dan sikapnya konservatif dan statis.Mereka amat toleran terhadap ninlai-nlai budayanya sendiri, sehingga kurang toleran terhadap budaya lain.Adanya sikap pasrah menerima nasib dan kurang kompetitif.Memiliki sikap udik dan isolatif serta kurang komunikatif dengan kelompok sosial diatasnya.

Secara umum kota adala tempat bermukimnya warga kota,tempat bekerja, tempat kegiatan dalam bidang ekonomi, pemerintah dan lain-lain.
Kota yang telah berkemang maju mempunyai peranan yang lebih luas lagi antara lain sebagai berikut :
1. Sebagai pusat pemukiman penduduk
2. Sebagai pusat kegiatan ekonomi
3. Sebagai pusat kegiatan social budaya
4. Pusat kegiatan politk dan administrasi pemerintah serta tempat kedudukan pemimpin pemerintahan.
Cirri-ciri fisik dan kehidupan kota
Cirri fisik kota meliput hal sebagai berikut :
a. Tersedianya tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan
b. Tersedianya tempat-tempat untuk parker
c. Terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga
Cirri kehidupan kota adalah sebagai berikut :
1. Adanya pelapisanosial ekonomi misalnya perbedaan tingkat penghasilan, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.
2. Adanya jarak social dan kurangnya toleransi social diantara warganya.
3. Adanya penilaian yang berbeda-beda terhadap suatu masalahdengan pertimbangan perbedaan kepentingan, situasi dan kondisi kehidupan.
4. Warga kota umumnya sangat menghargai waktu.
5. Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak lebih rasional dan berprinsip ekonomi.
6. Masyarakat kota lebih mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan social disebabkan adanya keterbukaan terhadap pengaruh luar.
7. Pada umumnya masyarakat kota lebih bersifat individu sedangkan sifat solidaritas dan gotong royong sudah mulai tidak terasa lagi.

Selasa, 14 Desember 2010

HUkum


Hukum adalah sebuah perkara yang selalu diucapkan oleh setiap golongan yang memiliki latar belakang yang berlainan.MAka kata hukum itu tidak asing lagi bagi kita,tetapi dari sekian banyak orang tidak mengerti apakah itu hukum,setiap perkara yang berkaitan dengan hukum haruslah diteliti.
dalam hukum terdapat ciri-ciri,sifat dan sumber hukum.
Ciri-ciri hukum adalah:
1.Terdapat perintah dan larangan.
2.Perintah dan larangan itu harus di patuhi setiap orang.
sifat-sifat hukum adalah:
klasifikasi hukum pidana,kekuatan negara hukum mudah di ketahui.
sumber-sumber hukum adalah:
1.tata negara indonesia antara lain kelestarian dan ken\baruan hendaknya serasi.
2.Tata jawab atas jalannya pemerintahan yang di pertanyakan kepadanya negara indonesia antaralain DPR.

Warga negara


Warga negara merupakan kata citizen yang mempunyai arti:warga negara,petunjuk dari sebuah kota,sesama warga negara,sesama penduduk,orang tanah air.jadi warga negara dalam arti besar adalah peserta atau anggota dari organisasi yang bernama negara.
dan ada 2 kirteria warga negara adalah:
1.kewarganegaraan dalam arti yuridir dan sisiologis.
2.kewarga negaraan dalam arti formil dan materil.

Negara


Negara dalah suatu wilayah dipermukaan bumi yang kekuasaannya baik polotik,militer,ekonomi,sosial,maupun budayanya diatur oleh pemerintah yang berada di wilayah terebut.
negar juga memiliki sifat danbentuk.
Sifat-sifat negara adalah:
1. Sifat memaksa yang berarti tiap-tiap negara dapat memaksakan kehendaknya,baik memalui jalur hukum maupun melaluui jalur kekuasaan.
2.Sifat monopoli adalah setiap negara menguasai hal-hal yang tertentu demi tujuan negara tersebut tanpa ada saingan.
3. Sifat totalitas dalah segala hal tanpa terkecuali menjadi kewenangan negara.

Berikut adalah 2 bentuk negara yaitu:
1.negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensial.
2.negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang melalui pembinaan.

Pemuda


Secara definitif seseorang dianggap pemuda jika dari sisi usia adalah dalam bentang usia 15-24 tahun.Di sisi lain, seseorang bisa saja dianggap muda jika yang bersangkutan memiliki semangat sebagaimana kaum muda.
jadi pemuda adalah manusia yangsudah melewati masa remaja dan menuju kemasa yang lebih tua.pemuda lebih kreatif dan juga memiliki semangat yang besar,tetapi pemuda juga mempunyai masalah dan potensi yang mereka miliki.
Masalah pemuda adalah:
Terkadang pemuda bersikap egois terhadap orang lain di lingkungannya dan mungkin menjadikan orang lain tidak nyaman dan berujung pada suatu masalah kurangnya kemandirian yang dimiliki,karena pemuda selalu mengandalkan orang lain dalam melakukan segala hal dan akan kesulitan dalam mengambil keputusan.
Potensi pemuda adalah:
Para pemuda memiliki peran yang sangat berarti dalam setiap lingkungan,muylai dari yang kecil sampai lingkungan yang besar. Opsi yang selalu diiringi oleh setiap detak langkah keberanian,berani dalam mengambil resiko,soladiritas yang tinggi. Para pemuda umumnya memiliki rasa tanggang jawab,selalu memanfaatkan waktu untuk melakukan hal yang positif dan mendukung suatu keinginannya,seerta bertanggung jawab untuk apa yang dimiliki semangat hidup yang berjuang.

Pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi merupakan lembaga / komunitas hidup dinamik,dalam perannya menumbuh dewasakan kadar intelektual emosional dan spiritual para mahasiswa bergumul dengan nilai-nilai kehidupan kemasyarakatkan,mengejar dan mendisiminasikan pengetahuan sebagai pengabdian bagi kemajuan masyarakat atau bisa disebut pendidikan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi.
Tujuan dalam pendidikan tinggi adalah:
1.menyiapkan peserta didik sebagai anggota masyarakat yang memiliki kemampuan yang dapat menerapkan dan mencipotakan ilmu pengetahuan.
2.mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkarya kebudayaan nasional.